Sabtu, 20 Desember 2008

Ali, Dia yang Seperjalanan

Dia biasa dipanggil Ali. Simpel dan mudah diucapkan. Namun sebenarnya, mahasiswa Teknik Sipil 2005 ini memiliki nama lengkap Zadly Andy Pangnguriseng. Jelas sudah dia berasal dari Sulawesi Selatan. Kata kedua dari namanya, menunjukkan identitasnya sebagai bangsawan, meski pengakuannya hanya sisa-sisa bangsawannya saja yang kini melekat padanya. Yang aneh adalah double “ng” pada kata ketiga. Entah apa maksudnya??

Secara khusus, sengaja Emal tampilkan beberapa info tentang anak Sorowako ini. Selain banyak menyumbangkan foto di beberapa postingan sebelumnya dan mungkin beberapa postingan akan datang, dialah yang selama ini menemani dan mengikuti hampir semua perjalanan yang Emal lakukan. Hobinya memang jalan-jalan. Melancong ke sana ke mari. Kegemaran yang sama yang membuat kami menyukai berkendara, menyukai kendaraan, menyukai lalu lintas, menyukai transportasi. Sampai-sampai Tugas Akhir kami pun dalam bidang yang sama, Perhubungan.

Ali adalah teman perjalanan yang menyenangkan. Co-driver handal kemanapun kami berkendara. Tidak pernah tidur dalam perjalanan, karena tidur di kendaraan roda dua adalah haram hukumnya. Bahkan selalu mengingatkan akan rambu lalulintas yang kerap dilanggar. Perjalanan selalu butuh uang, milik siapa yang terpakai tidaklah terlalu diperhitungkannya. Kami ridho anda ridho, selesai perkara.

Ali senang akan view-view baru, alam yang belum pernah dijamahnya, dan moment-moment yang sungguh mengecewakan jika tak dijepretnya. Tak memiliki kamera, tapi kegilaannya akan memotret bukan main akutnya. Satu saja moment yang menurutnya menarik terlewatkan, caci maki akan kelaur dari mulutnya.

Bawaannya selalu pocket, itupun kamera pinjaman. Mainannya tak lebih dari zoom in dan zoom out. Tak pula ia mengenal rekayasa digital di komputer. Hanya belakangan sudah pandai dia memainkan pencahayaan. Prinsipnya, dia ingin mengabadikan momen indah hanya dengan kamera biasa. Tapi menurut Emal, karena Ali tak bisa saja lebih dari itu. Andai ia bisa olah digital atau mengerti sedikti banyak tentang kamera digital, prinsipnya tak bakal berlaku lagi.

Berikut adalah beberapa jepretan pilihannya sendiri. Gambar-gambar lainnya sudah banyak bertengger di postingan Emal sebelumnya. Dari kamera pocket biasa yang baginya sudah senang rasanya membawanya berhari-hari. Meski hanya sebuah pinjaman.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Buat Ali : ada salam dari BoNyok ku....

Zayn Zesha mengatakan...

wah....wahhh
ada kesempatan nih Li.
satu jalan telah terbuka

Anonim mengatakan...

jalan terus aja Li, tak ada jalan buntu...
Buat semua yang menyempatkan diri bersua dirumah sahaya, ada salam dari Bapak & Ibu.
Ada salam juga dari Adek buat Sodara Emal.
salamnya tanya aja sendiri! gt katanya.

Unknown mengatakan...

??????????????????????????????????
??????????????????????????????????
?? ??????? ????????? ?????????
?? ????? ???????? ????????
?? ??? ? ??????? ?? ???????
?? ? ? ?? ?????? ???? ??????
?? ?? ??? ????? ?????
?? ???????? ???? ???????? ????
?? ???????? ?? ?????????? ???
??????????????????????????????????
? ?????? ???? ???????? ???? ?
?? ???? ???? ???????? ?? ??
??? ?? ???? ?? ???????? ???
???? ???? ???? ???????? ????
????? ???? ?????? ???
????? ??? ???????? ???? ?? ??
????? ?? ?????????? ?? ???? ?
??????????????????????????????????
??????arek?????????????iki????????
??????????????????????????????????
??????????????????????????????????
uut mayakzzz






upik halooo,jumpo lagie qite..
upik makasi ya, ane diajak mampir kerumah, mana dikasi makan lagi hh..
!!!maaaakan teyuuuuz!!!
salam jg buat keluarga ya