Tampilkan postingan dengan label Sekedar Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekedar Tulisan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2009

Sebuah Video untuk Kita

Susan Boyle. Mungkin agak asing di telinga kita. Tapi tidak bagi mereka yang cukup mengikuti perkembangan dunia tarik suara khususnya kontes pencarian bakat seluruh dunia.

Saya mendapatkan video ini dari seorang teman yang juga secara tidak sengaja menemukannya di salah satu komputer warnet. Saksikan saja......dan renungkan! mungkin ini sebuah peringatan untuk kita agar tidak pernah meremahkan orang, siapapun dan bagaimanapun dia.





Inilah lirik utuhnya
I Dreamed a Dream

There was a time when men were kind
When their voices were soft

And their words inviting
There was a time when love was blind
And the world was a song
And the song was exciting
There was a time
Then it all went wrong

I dreamed a dream in time gone by
When hope was high
And life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving

Then I was young and unafraid
And dreams were made and used and wasted
There was no ransom to be paid
No song unsung, no wine untasted

But the tigers come at night
With their voices soft as thunder
As they tear your hope apart
And they turn your dream to shame

He slept a summer by my side
He filled my days with endless wonder

He took my childhood in his stride
But he was gone when autumn came

And still I dream he'll come to me
That we will live the years together
But there are dreams that cannot be
And there are storms we cannot weather

I had a dream my life would be
So different from this hell I'm living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed.

Sabtu, 13 Desember 2008

Sahabat

Gak tau kenapa, secara tiba-tiba pengen posting soal sahabat. Mungkin karena 2 hari di Lantai6 ITS dihabiskan dengan kesendirian. Pada pulang Idul Adha semua. Lebih dari itu, postingan ini sebenarnya untuk mengingatkan Emal pada beberapa orang di Riau sana. Emal rindu kalian…….
Sekaligus untuk menemukan kembali apa yang pernah Emal dapatkan. Bukan untuk mengganti, tapi untuk mengisi.

Apa itu sahabat? Tidak mudah untuk menjawabnya. Kita hanya akan tau maknanya saat kita benar-benar merasakannya. Maka tanyakanlah pertanyaan itu kepada mereka yang pernah merasakannya. Siapa? Tentu saja kita. Semua pasti pernah merasakannya. Memiliki sahabat dan merasakan makna sahabat itu sendiri.
Sepertinya kita tidak akan berpanjang lebar mendefinisikan sahabat. Ada baiknya kita renungkan beberapa lirik tentang sahabat. Tema lagu yang lumayan laris dijadikan inspirasi. Setidaknya bisa mengurangi hegemoni lirik-lirik bertemakan cinta melulu.

Bromo, TNBTS

Lupakanlah semua.. semua nafsu rusakmu..
Aku akan selalu.. tetap menunggumu.. tetap menjagamu..

(Sahabat, Andra & The Backbone)

Di saatku butuh dirimu
Ku inginkan kau disisiku

Saat kau perlukan hadirku

Ku janjikan ada
untukmu
(Sahabat, Garasi, OST Laskar Pelangi)

Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah?
Lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan

Bila ku ingin terbang?
Terbang meninggalkanmu
(Sahabat Sejati, Sheila on 7)

Demi bermain bersama
Kita duakan segalanya

Merdeka kita, kita merdeka
(Sahabat Sejati, Sheila on 7)

kau adalah..
tempatku membagi kisahku

kau sempurna

jadi bagian hidupku

apapun kekuranganmu

(Arti Sahabat, Nidji)

Begitu banyak cerita, berjuta kenangan yang ada
Berbeda t'lah terbiasa, mendewasakan kita

Saat hidup t'rasa berat, genggam tanganku lebih erat

Satukan langkah sehati, menggapai mimpi-mimpi
(Nyanyian Sahabat, Cokelat)

Kemana saja arah
Aku tak peduli

Terpasung tak berujung

Hanya kau yang peduli…dan pahami
Sejalan dengan pikirku…kau debu sahabatku

(Debu Sahabatku, Boomerang)

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temenku

Don't you worry just be happy

Temanmu disini

(Ingatlah Hari ini, Project Pop)

Kelud, Kediri

Beberapa lirik itulah yang sempet Emal dapatkan. Apa maknanya? Silakan direnungkan sendiri. Sebenarnya masih banyak lagi. tapi kalo ditampilin semua, bakal menuhin halaman.
Kemudian ada satu pesan apik dari sahabat Rasul, “Berikanlah perhatian kepada sahabatmu, karena mereka menjadi bekal kalian di dunia dan di akhirat. Tidakkah kalian mendengar tangisan manusia di dalam api neraka?” (Ali bin Abi Thalib ra)KRI Makassar 590

Kurang apa coba sahabat itu…..
Berikutnya Emal ajak merenung lagi. Merenung melulu. Tidak selalu. Tidak apa-apalah sekali-kali. Toh bukan melamun.

Pantai Panyuran, Tuban

Kebenaran Persaahabatan dari Kahlil Gibran……
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan penghangatmu, karena engkau menghampirinya saat hati lapar dan mencarinya saat tubuh butuh kedamaian.

Apabila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, engkau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, kau juga tiada menyembunyikan kata “ya.”

Dan bilamana dia diam, hatimu tiada akan berhenti mencoba merangkum bahasa hatinya. Karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita. Karena yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai puncak gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung, daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang teridah bagi sahabatmu. Jika dia harus tau musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

Lalu apa makna sahabat itu, hingga engkau senantiasa mencarinya, untuk sekedar bersama dalam membunuh waktu? Carilah dia, untuk bersama, menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan untuk mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan, biarlah tawa ria berbagi dengan kebahagiaan. Karena dalam titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar hari dan gairah segar kehidupan.KRI Makassae 590

Kamis, 13 November 2008

Sedikit Bicara Cinta

Akhirnya bisa menulis tentang topik ini juga. Topik cinta yang akhir-akhir ini sedang menghangat di lantai 6. Meski Yudha Pratama telah memulainya lebih dulu, saya coba untuk membahasnya lebih mendalam. Terimakasih untuk Yudha karena terus memacu untuk tidak boleh kalah. Masa sama pencinta mangrove….kalah.
Pulau Kangean, Sumenep (Emal)

Berawal dari seorang Sufi lantai 6 yang pernah mengatakan bahwa Cinta itu yang penting aktualisasinya. Malam itu lantai 6 benar-benar sedang menggila. Di lain sisi, ternyata para penghuninya sedang bermelankolia di tengah tumpukan kertas-kertas hasil berita para pendaftar baru. Berhari-hari setelah itu, demam cinta pun masih melanda. Ada apa ini…………? Sepertinya sang Labib haruslah bertanggung jawab akan hal ini.

Saat itu, tidak hanya ada Labib “Sufi” Fayumi. Dimulai dari kata-katanya, Yudha pun menyahut dengan “Mencintai itu biasa, dicintai itu juga biasa, mencintai yang Maha Mencintai itu baru luar biasa!” begitulah kira-kira yang diucapkannya. Tak teringat apa yang pernah disampaikan Fajar dan Ayos. Intinya kami sedang menggila sembari bermelankolia.

Tidak lama setelah hari itu, penulis mendapatkan sebuah buku hasil nyolong punya temen yang sedikit membahas perihal cinta. Serial Cinta dari Anis Matta. Ada baiknya juga jika tertampilkan beberapa kata tentang cinta. Penulis pun ingin sedikit menyimpulkan bagaimana itu cinta. Setidaknya…..seperti inilah cinta itu.

Pantai Panyuran, Tuban (Ali)

Cinta Tanpa Definisi

Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Begitulah cinta yang ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat.

Cinta adalah kata tanpa benda, nama untuk beragam perasaan, muara bagi ribuan makna, wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Terlalu rumit untuk disederhanakan. Tidak ada definisi memang, dalam agama, atau filsafat, atau sastra, atau psikologi. Tapi inilah obrolan manusia sepanjang massa. Legenda yang tak pernah selesai.

Barangkali kita memang tidak perlu definisi. Toh kita juga tidak butuh penjelasan untuk dapat merasakan terik matahari. Kita hanya perlu tahu cara kerjanya. Cara kerjanya itulah definisinya. Karena semua keajaiban terjadi di sana.

Depan Rektorat, ITS (Ayos)

Indahnya Memberi

Inti pekerjaan cinta adalah memberi. Memberi apa saja yang dibutuhkan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya. Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidupnya, yaitu memberi. Terus menerus memberi. Menerima mungkin, tapi itu hanya efek dari apa yang mereka berikan.

Kalau kamu mencintai dengan tulus, ukuran ketulusan dan kesejatian cintamu adalah apa yang kamu berikan untuk membuat orang yang kamu cintai menjadi lebih baik kehidupannya. Pecinta sejati tidak suka berjanji. Tapi begitu memutuskan mencintai, mereka akan segera memberi. Setelah itu mereka bekerja dalam diam dan sunyi untuk mewujudkan rencana-rencana mereka.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah kesempatan memberi yang lewat. Pecinta sejati selamanya hanya bertanya “Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Apakah kamu seorang pencinta sejati? Mudah saja, apa yang kamu rasakan saat kehilangan seseorang? Merasa bebas dari beban hidup atau merasa kehilangan tempat bergantung.

Batu-Coban Rondo, Malang (Ali)

Seni Memperhatikan

Kalau intinya cinta adalah memberi, maka pemberian pertama seorang pencinta sejati adalah perhatian. Kalau kita mencintai maka haruslah kita beri perhatian pada yang kita cintai. Perhatian adalah pemberian jiwa, semacam penampakan emosi yang kuat dari keinginan baik kepada yang dicintai. Dan tidak semua orang memiliki kesiapan mental untuk memperhatikan.

Memperhatikan adalah kondisi di mana kita keluar dari dalam diri kita menuju diri yang lain. Hati dan pikiran kita sepenuhnya tertuju kepada sesuatu yang kita cintai. Mereka yang bisa keluar dari dalam dirinya, telah terbebas dari kebutuhan untuk diperhatikan.

Inilah kekuatan para pencinta sejati. Mereka perhatikan yag mereka cintai secara intens dan menyeluruh, berusaha terus menerus memahami latarbelakang kehidupan sang kekasih, menyelidiki seluk beluk pesoalan hatinya, mencoba menemukan karakter jiwanya, mendefinisikan harapan dan mimpinya, sampai pada mengetahui kebutuhan untuk memenuhi harapan dan mimpi yang dicintainya.

Pecinta sejati biasanya lebih suka mendengarkan daripada didengarkan. Lebih suka memperhatikan daripada diperhatikan. Mereka memeliki kesabaran yang akan berpeluang untuk menyerap informasi tentang sang kekasih yang mereka cintai.

Di sinilah tersimpan rahasia cinta yang amat agung. Rahasia tentang pesona jiwa para pecinta. Saat dirimu memperhatikan kekasih hatimu, secara perlahan dan tanpa disadari ia akan bergantung pada perhatianmu. Secara psikologis ia akan sangat menikmati, maka saat perhatian itu hilang, ia akan merasakan kehilangan yang sangat. Akan menyiksa jiwanya dengan rindu. Mungkin ia tidak mengatakannya, tapi ia merasakannya…….

Air Terjun Iringgolo, Kediri (Ali)

Semangat Penumbuhan

Pekerjaan kedua seorang pecinta sejati, setelah memperhatikan, adalah penumbuhan. Inilah cintanya cinta. Inilah rahasia besar yang menjelaskan bagaimana cinta dapat mengubah kehidupan dan membuatnya menjadi lebih baik, lebih bermakna.

Jika perhatian memberikan pemahaman mendalam tentang yang kita cintai, maka penumbuhan berarti melakukan tindakan-tindakan nyata untuk membantu sang kekasih bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik.

Seorang pencinta sejati harus mengimajinasikan sebuah plot akhir dari kehidupan yang dijalani kekasihnya. Hal ini bukanlah mengatur atau mengintervensi. Tapi menginspirasi sang kekasih untuk meraih kehidupan paling bermutu yang mungkin ia raih berdasarkan potensi yang dimiliki. Penumbuhanlah yang membedakan cinta yang matang dengan cinta yang melankolik. Sebab di sini cinta bukan sekedar gumpalan emosi di langit jiwa. Di sini cinta adalah pekerjaan. Pekerjaan jiwa, pikiran, dan fisik sekaligus. Itu yang membuatnya nyata dan efektif.

Makam Keputih, Surabaya (Emal)

Mencintai itu Keputusan

Cinta adalah kata lain dari memberi….sebab memberi adalah pekerjaan….sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat, dan melindungi itu berat…..sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama….sebab pekerjaan berat dalam waktu lama hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh…..maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ingin mengatakan, “Aku mencintaimu.” Kepada siapa pun!

Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian di situ. “Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu.” Yang terakhir ini juga ungkapan lain dari, ”Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia.”

Taruhannya adalah kepercayaan terhadap integritas kita. Sekali diucapkan maka harus dibuktikan. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, berkorban, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat, dan melindungi.

Jadi benar apa kata Labib Fayumi, SuFinya lantai 6 bahwa yang terpenting dari cinta adalah aplikasinya. Jika kita siap mengatakan cinta maka kita pun harus siap untuk pekerjaan-pekerjaannya. Terkadang inilah yang menyebabkan sebagian orang sulit untuk mengatakan cinta. Dia mengerti konsekuensinya.

Ngancar, Sarangan (Ali)

Tak kan habis rasanya kita membicarakan cinta. Kali ini sekian dulu. Jika sempat, akan ada lagi tentang cinta jiwa, cinta misi, cinta kata, dan hirarki cinta itu sendiri. Jika terdapat hal-hal yang kurang mengena. Silakan tanya saja. Berharap saja akan terbit Sedikit Bicara Cinta 2. Atau barangkali anda memiliki pandangan lain tentang cinta?

NB: kupersembahkan tulisan ini untuk gadisku, Naya yang sering memberi meski sekedar miscall. Maaf jika tak pernah kubalas. Abisnya nelponnya waktu jam kuliah terus sih. Kedua, untuk lantai6 yang mungkin mendapat prioritas untuk diperhatikan, ditumbuhkan, dirawat, dan dilindungi. I love you all. Terakhir, untuk puan manapun yang ingin sekali kuberi perhatian, penumbuhan, perawatan, dan perlindungan. Sayang, belum ada yang pernah meminta.